Komunitas Blogger Malang (Ngalam) Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang (Ngalam) Raya

Museum Malang Tempo Doeloe

10.23.2012 · Posted in Budaya, Sejarah

MALANG-Kota Malang saat ini memiliki Museum Tempo Doeloe yang merekam peristiwa penting Malang dari zaman pra sejarah hingga modern seperti saat ini. Museum yang merupakan rancangan dari Dwi Cahyono ini sedianya dipersembahkan untuk ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya, yaitu Abdul Madjid diresmikan 22 Okrober 2012.  Museum Malang Tempo Doeloe sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 1996. “Rintisan pembuatan Museum Tempo Doeloe sudah saya rintis sejak tahun 1996, dimulai dengan penyelamatan Arca di daerah (jalan, red) Soekarno-Hatta yang berumur 500-600 tahun” tukas Dwi Cahyono mengawali pemaparan sejarah berdirinya Museum Malang Tempo Doeloe.

Pada 14 Juni 1997, Dwi Cahyono mendirikan sebuah Museum yang bertemakan sejarah Malang dengan nama Museum Malang 1000 Tahun di rumah Makan Cahyaningrat. Kegigihan dari Dwi Cahyono untuk membuat Museum sebagai identitas kota Malang pada puncaknya dengan didirikannya Museum Malang Tempo Doeloe. Sisi lain dari Museum Malang Tempo Doeloe adalah dengan adanya new concept sebagai landasan dan paradigma untuk menarik minat masyarakat tentang sejarah. Konsep baru menurut pria yang akrab disapa Pak Yon adalah masalah packaging museum. Museum menjadi tidak menarik di masyarakat bukan karena museum tersebut kekurangan data, tetapi lebih pada pengemasan yang menarik minat masyarakat untuk belajar sejarah. Untuk mengatasi hal itu, Museum Tempo Doeloe dibuat senyaman mungkin agar pengunjung betah beralam-lama di museum.

Berdasarkan penelusuran Bloggerngalam.com di Museum Tempo Doeloe, sebelum Borobudur dibangun sudah terdapat kerajaan, yaitu kerajaan Kanjuruhan. Arca-arca peninggalan Kerajaan Kanjuruhan saat ini dapat disaksikan salah satunya di Museum Tempo Doeloe. Selain informasi seperti Kerajaan Kanjuruhan, gua tempat bertapa Ken Arok ditemukan dioramanya di museum ini. Gua tempat bersemedi Ken Arok yang asli terdapat di Pujon. Karena bersemedi di Pujon itulah Ken Arok dapat mengalahkan Kerajaan Kediri.

Banyak sejarah Malang yang mungkin bagi penduduk Malang sendiri tidak mengetahui, seperti ketika peristiwa Malang Bumi Hangus, jumlah bangunan yang terbakar sejumlah 1000 bangun, melebihi peristiwa Bandung Lautan Api, salah satu korban dari peristiwa Malang Bumi Hangus adalah dibakarnya gedung Walikota. Tujuan para pejuang Malang saat itu adalah agar infrastruktur tidak dimanfaatkan oleh Belanda ketika melakukan Agresi Militer

Pada awalnya museum ini hendak dibangun di pertokoan Sarinah. Alasan utama ingin dibangunnya museum ini di Sarinah adalah karena pada awal pembentukan kota Malang, pusat pertokoan Sarinah saat ini adalah titik nol pemerintahan Malang. Berdasarkan hal tersebut, maka pendopo awal, bukanlah yang bertempat di depan pertokoan Mitra 2 dan Gajahmada Plaza, melainkan di pertokoan Sarinah saat ini. Malang sendiri pernah mendapat julukan sebagai Malang Kota Garnisum karena tingkat keamanannya.

Dengan hadirnya Museum Malang Tempo Doeloe semoga dapat menambah khazanah yang berharga terhadap sejarah kota Malang ini melalui kemasan yang elegan dan menarik. Karena identitas suatu bangsa ditentukan oleh karakter dan budaya bangsa itu sendiri. Bagi yang tertarik untuk mempelajari sejarah dengan kemasan yang menarik ini dapat langsung mengunjungi Museum Malang Tempo Doeloe yang terletak di Jalan Gajahmada No. 2 Malang. Tiket untuk masuk museum cukup Rp 25.000,00 untuk umum dan Rp 10.000,00 untuk pelajar. Museum buka dari jam 08.00-17.00 WIB.

Share

Author:

Digital forensic analyst, cybercrime researcher, dan blogger. Penyuka buku yang berkaitan dengan hukum, komputer forensik, dan sejarah. Dapat dihubungi di sam@bloggerngalam.com

website: http://samardi.wordpress.com

6 Responses to “Museum Malang Tempo Doeloe”

  1. WOW.. Sepertinya Asik Sekali..(tm)

  2. Masuk daftar kunjungan kalau ke Malang.

  3. selamat dan profisiat !!

    museum bukan objek yang seksi untuk kunjungan, tapi melihat harga tiket yang 25 rb, kelihatannya memang bukan museum ala pemerintah yang penataannya jelek itu, heheh..semoga sejenis dengan ullen sentalu di jogja, joss.

  4. bro, sepertinya lebih elok lagi kalau dicantumkan link google mapsnya ^^ Banyak temen2 yg akan terbantu :)
    Terima Kasih

  5. wah wah ada tempat baru untuk berwisata ini nich, kapan kapan kesana ahhh
    makasih atas infonya gan

  6. [...] mas, es potong, dll. Kalau mau mengenal lebih dalam, silahkan datang ke museum-nya, lihat di blog sini. Like this:LikeBe the first to like [...]

Switch to our mobile site