Komunitas Blogger Malang (Ngalam) Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang (Ngalam) Raya

Reporting Linux Camp 2012 part-2

04.16.2012 · Posted in Komunitas

Sebagaimana yang sudah saya tulis kemarin tentang Linux Camp 2012, baru hari ini saya melaporkan lagi kegiatan Linux Camp 2012 yang diadakan di P-WEC. Ini adalah laporan penutup dari kegiatan ini. Sebenarnya acara kemarin itu tidak cukup kalau hanya dilaksanakan 2 hari 1 malam. Padahal masih banyak ilmu-ilmu yang harus digali. Saya sendiri adalah pengguna linux sejak lama, sejak masih kuliah semester 3 komputer saya sudah diisi oleh Linux. Dan sampai sekarang laptop kesayangan saya telah diisi dengan Ubuntu 10.04. Langsung saja.

Setelah para peserta bangun pagi, lalu sarapan, kami akan mengikuti sebuah workshop tentang Open BTS. Saya sempatkan dulu untuk melihat-lihat pemandangan Dau ini dari puncak. Pagi yang sangat dingin adalah sesuatu yang biasa di kota Malang, apalagi di daerah puncak perbukitan Putungsewu – Dau, Malang ini. Sebagian peserta masih saja berselimut, karena benar-benar udaranya sangat dingin, air buat mandi saja seperti es.

Workshop Open BTS

workshop Open BTS

workshop Open BTS

Acara awal pagi ini dimulai dengan Yayasan Air Putih berbicara tentang Open BTS yang dibawakan oleh Akhmat Safrudin. Presentasinya dimulai dengan menjelaskan apa itu Open BTS, frekuensi-frekuensi BTS, jaringan-jaringan yang ada di BTS secara umum. Well, saya mengetahui bahwa tidak sedikit peserta yang tidak mengerti karena sangat khusyu’ bahkan bisa jadi mereka blank hahaha… (bercanda) :D

Dijelaskan pula bahwa untuk membuat Open BTS ini harus punya 2 perangkat yaitu USRP (Universal Software Radio Peripheral) dan CPU. CPU itu sendiri diinstall OS Linux. Juga dibutuhkan apps seperti Asterisk 1.4.2.1, Boost 1.4.4.0, GNU Radio 3.2.2, Gsl 1.1.0, Kal 0.2, Libosip2 3.3.0, Open BTS 2.6.0 Mamou, SDCC (Source) 2.9.0.

Perangkat CPU yg digunakan untuk Open BTS

Perangkat CPU yg digunakan untuk Open BTS

Setelah memberikan penjelasan panjang lebar mengenai Open BTS, maka dicobalah untuk menggunakan Open BTS ini. Alhasil, saya mendapatkan nomor IMSI (International Mobile Subscription Interface). Mungkin bisa dibilang (menurut versi saya) seperti nomor untuk mendaftarkan SIM Card kita ke operator. Lalu kemudian oleh operator di Open BTS ini didaftarkan dan diberi nomor. Jangkauan Open BTS ini menurut @somatomat hanya sampai 50 meter untuk seukuran yang dipraktekkan saat itu. Untuk sementara ini Open BTS hanya bisa menggunakan call dan SMS, belum sampai untuk video call atau yang lebih dari itu. Tampaknya dari sini para peserta lebih antusias dalam bertanya setelah dipraktekkan cara penggunaan Open BTS ini.

@somatomat sedang menjelaskan Open BTS

@somatomat sedang menjelaskan Open BTS

Untuk lebih jelasnya mengenai Open BTS ini, silakan baca langsung di situs http://www.makeitfossible.web.id dan http://www.airputih.or.id .

Presentasi CMS

Acara selanjutnya adalah diisi dari salah satu sponsor acara Linux Camp 2012 ini, yaitu dari CMS. Yang menjadi pembicara adalah Bondhan Rio, Bussines Development dibalik CMS (Citra Media Solusindo). Pembahasan kali ini benar-benar saya belum punya ilmu di dalamnya, karena bicara masalah Convergence Network. Yaitu tentang PABX. Apa itu PABX? Silakan baca di wikipedia untuk lebih jelasnya lagi.

Presentasi CMS selaku sponsor

Presentasi CMS selaku sponsor

Yang menarik adalah CMS sendiri dulu adalah sebuah komunitas, yang mana beberapa orang kumpul-kumpul untuk membuat sesuatu, akhirnya dibentuklah CV. Capoeng Network pada tahun 2003, awalnya mereka pun jualan hosting ke sekolah-sekolah ataupun umum. Pada tahun 2007 dibentuklah sebuah PT yang bernama PT Citra Media Sinergi. PT ini berganti nama lagi pada tahun 2008 sampai sekarang bernama PT. Citra Media Solusindo. Banyak sekali produk yang mereka hasilkan, mulai dari aplikasi desktop, hosting, software-software mobile dan lain-lain. Partner yang mereka ajak kerja sama juga tidak main-main, sebut saja seperti kapanlagi.com, Telkom Indonesia, Indosat, Powertel, STIKI, UNIKA Widya Karya, dan Universitas Machung.

Teknologi yang digunakan oleh CMS sendiri adalah XMPP, Open LDAP, Proxmox, MySQL, Zimbra, Linux dan Open BTS yang sudah dipresentasikan oleh Yayasan Air Putih di awal.

Moto yang mereka pakai untuk setiap karyanya adalah “Good is the big enemy of Great”. Sehingga benar-benar apa yang mereka hasilkan haruslah great daripada sekedar good, yang mana orang-orang awam pun bisa mengatakan good kepada suatu hal, padahal hal tersebut tidaklah great.

Migrasi Pemerintah ke Open Source

Sharing YAP tentang Migrasi

Sharing YAP tentang Migrasi

Salah satu hal yang paling menarik dalam pembahasan berikutnya adalah migrasi Open Source ke instansi-instansi pemerintahan. Boleh dibilang acara kali ini sharing pengalaman sehingga bisa jadi evaluasi ke depannya oleh komunitas-komunitas lain. Acara kali ini sharing diawali oleh Yayasan Air Putih ketika mereka memigrasi ke Open Source di instansi-instansi pemerintahan. Mereka melakukan migrasi ini di Aceh dan Yogyakarta. Lebih dari ratusan komputer yang telah diinstall dengan software Open Source ataupun FOSS.

Tahap I – 2009 88 komputer dari 18 kantor pemerintah Aceh tengah menggunakan OSS

111 komputer dari 20 kantor dinas di DIY

target lain: LSM, UMKM, Lembaga Pendidikan

Lembaga yang terlibat:

- Aceh:

Ubuntu Aceh, KPLI Aceh, Kominfo Aceh Tengah, UGP

- Jogja:

KPLI Jogja, POSS UGM, Combine, Pengembang BlankOn

Tahap II -2010/2011

- 168 komputer dari 35 kantor dinas di Aceh Tengah

- 105 komputer dari 8 SKPD di Yogyakarta

Lembaga yang terlibat ( Jogja):

Ubuntu jogja, KPLI jogja, Infest, Pengembang BlankOn.

Lembaga yang terlibat (Aceh):

Universitas Gajah Putih (UGP), Pengguna Linux Takengon (PELITA), Dishubkominfo Aceh Tengah

Namun ternyata ada saja kendala-kendala dalam masalah migrasi ini. Di Aceh misalnya, propinsi ini sering terjadi mati lampu. Kita yang ada di Malang, memang sih terkadang mati lampu tapi tidak lama, mungkin paling lama 4 jam. Tapi di Aceh bisa 12 jam mati lampu. Sehingga orang yang harusnya bekerja menggunakan listrik, harus tertunda besok. Ini sering terjadi di sana. Alhasil migrasi yang seharusnya hanya 1 minggu molor jadi 2 minggu ataupun bahkan sampai 3 minggu.

slideshow Migrasi

slideshow Migrasi

Kendala yang lain adalah masing-masing instansi tersebut akan pentingnya migrasi masih minim. Bahkan sebagian di antara mereka tidak percaya terhadap komunitas-komunitas. Contohnya seperti yang dishare oleh salah satu anggota KLAS. Ia menyebutkan pernah itu Pemkot Surabaya mengajak komunitas untuk migrasi Open Source dan diminta tanda tangannya. Namun ternyata mereka hanya “diminta tanda tangan” tanpa disuruh untuk beraksi. Alhasil di akhirnya justru ada sebuah tanda tanya besar, “Migrasi memakan terlalu banyak biaya”. Dan komunitas pun berlepas diri dari hal itu karena tidak pernah terlibat dalam masalah migrasi tersebut. Terlepas dari konspirasi itu, justru sebenarnya tujuan dari penggunaan Open Source ini adalah untuk menekan biaya-biaya yang dikeluarkan lebih besar ketika kita menggunakan software berbayar.

Kendala yang lain adalah ketersediaan pendamping atau help desk. Sering kali ketika setelah setahun atau dua tahun terjadi regenerasi di sebuah instansi, alhasil harus ada orang yang bisa mengajari bagaimana cara mengoperasikan apps Open Source tersebut. Maka dari itu harus ada yang namanya help desk di tempat tersebut. Sehingga seluruh pertanyaan-pertanyaan atau training bisa dihandle.

Solusi dari itu semua bisa diatasi dengan banyak jalan. Kalau masalah listrik, bisa pakai genset atau semacamnya, kendala dari masing-masing instansi yang belum sadar, bisa diatasi kalau kita punya channel atau ada kita bisa mengikat salah satu instansi yang punya wewenang, misalnya Kominfo. Help desk, bisa ditraining oleh komunitas. Dalam kenyataan di lapangan trainer ini butuh waktu 1 sampai 2 bulan untuk bisa mengajari hingga mereka bisa benar-benar siap untuk menggunakan Software-software Open Source ini. Sebenarnya sama saja seperti kita dulu memakai Microsoft Windows. Kita akan canggung melihat hal baru, namun lambat laun pun hal itu bisa teratasi.

Persoalan “konspirasi” dan hal-hal yang berbau korupsi, maka Arie KLAS memberikan solusi yang baik, yaitu harus punya sesuatu yang mengikat. Kadang juga untuk hal-hal semacam ini komunitas harus tegas. Ada hitam di atas putih paling tidak agar punya ketetapan hukum dan tidak dipermainkan oleh oknum-oknum pejabat.

Penutup

Acara pun selesai, setelah kita Ishoma lalu penutupan dan pembagian sertifikat. Kita sempatkan juga untuk foto-foto, tapi sayang saya tidak mendapatkan foto bersamanya tersebut. Acara ini sangat positif. Selain menjadi ajang berkumpulnya rekan-rekan komunitas linux se-Jawa Timur. Acara ini juga bisa mengeluarkan ide-ide baru untuk para komunitas. Saya pun mengenal rekan-rekan baru dan banyak sekali ilmu-ilmu yang diserap.

Penutupan

Penutupan

Di akhir acara saya sempatkan untuk membeli gantungan kunci untuk mendukung Yayasan ProFauna. Sebenarnya ingin sih beli kawosnya yang unyu itu. Tapi sayang sekali uang tidak cukup. Jadi beli semampunya saja. Terima kasih saya ucapkan kepada berbagai pihak atas acara ini dan KOLAM yang telah mengundang perwakilan BloggerNgalam untuk mengikuti acara ini. Semoga kegiatan ILC 2012 yang akan datang ini bisa terselenggara dengan baik. Oya, bonus berikut foto-foto makanan yang bisa saya icip-icip di kegiatan Linux Camp 2012 ini.

Sertifikat Linux Camp 2012

Sertifikat Linux Camp 2012

Stiker Linux Camp 2012

Stiker Linux Camp 2012

Gantungan Kunci ProFauna

Gantungan Kunci ProFauna

Cofee Break: Jajanan Cenil

Cofee Break: Jajanan Cenil

Sarapan Nasi Goreng

Sarapan Nasi Goreng

Secangkir Kop

Secangkir Kopi

Sayur Asem

Sayur Asem

Acara ini diselenggarakan oleh KOLAM dengan didukung oleh KLAS (Komunitas Linux Arek Surabaya), YAP (Yayasan Air Putih), MCCrew ( Malang Cyber Crew), CMS (Citra Media Solusindo), SIAP (Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Online), STIKI, PPTI, Pemkab Malang, Pemprov Jatim, KOMINFO, Malangkita.com, Birde Enterprise. Sampai Jumpa di ILC 2012 bulan September nanti ;)

Share

Author:

Seorang yang berjuang di negeri rantau (padahal cuman nyebrang gunung doank), yang sekarang belajar, berjuang, bekerja dan menegakkan kebenaran dan keadilan.

website: http://www.abuaisyah.com/

One Response to “Reporting Linux Camp 2012 part-2”

Switch to our mobile site