Komunitas Blogger Ngalam Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang Raya

Aku dan Cerita Tentang Rajawali Yang Terluka

01.01.2011 · Posted in Forum Bebas

Sore itu, aku bertemu burung rajawali. Ia terluka, dadanya berdarah, matanya tertutup rapat, ia bukannya mati. Mungkin sekarat, setidaknya sesekali suaranya masih terdengar.

Pertanda ia masih hidup.

Ia terkapar lemah tak berdaya di tanah.

Aku mendekat dan berusaha menolong. Aku sendiri tidak tahu, bagaimana aku harus menolongnya. Tapi kuberanikan mendekat, dan melihat, setidaknya aku tahu apa yang telah terjadi pada rajawali itu.

Dan begitu mendekat, aku bisa melihat betapa luka di dadanya. Dan aku terkejut, luka itu persis seperti cakarnya sendiri. Apa mungkin dia bertarung dengan rajawali lainnya. Darah terus mengalir, dan kalau aku tak segera menolongnya, nyawanya akan segera melayang.

Oh…rajawali…

Aku hendak berdiri, pikirku, aku akan berlari meminta tolong, siapapun yg mungkin bisa menolongnya. Tapi aku terkejut, karena begitu aku hendak berdiri, terdengar suara. Dan sang rajawali berkata-kata :

“Tak usah kau cari pertolongan, ini luka, karena cakarku sendiri. Aku jatuh cinta pada seekor burung dara yang cantik jelita. Dan rupanya ia jatuh cinta pula kepadaku. Tapi cakarku, paruhku dan sikapku selalu menyakitinya. Aku baru sadar, aku adalah rajawali dan dia burung dara. Sore ini, aku melukai tubuhku sendiri agar aku tahu bagaimana rasanya cakarku sendiri, agar aku lebih berhati2 saat bercengkrama dengannya.

Tuan, doakan saja saya. Semoga seekor rajawali bisa dengan bijaksana mencintai seekor burung dara yang cantik jelita. Sekarang pergilah, tinggalkan aku sendiri”.

Aku tak berkata apa2, hanya mengangguk. Kemudian pergi, tanpa menoleh kebelakang.

Sore pergi, malam datang.

Panjang. Panjang. Panjang.

[Mbah Jiwo. Malang, 1 Maret 2010]

One Response to “Aku dan Cerita Tentang Rajawali Yang Terluka”

  1. Salam kenal Mbah Jiwo…..!
    Masih belum ngeh, maksud di atas apa yah!? hehe

Leave a Reply

Switch to our mobile site