Komunitas Blogger Kota Malang (Ngalam) Komunitasnya Arek-arek Blogger Kota Malang (Ngalam) Raya

Cyberfraud: Kasus Blog Dunia Camera

12.17.2010 · Posted in Informasi, Pendidikan, blogging

Satuan cybercrime Polda Metro Jaya akhirnya dapat meringkus pemilik dari blog http://duniacamera.blogspot.com yang saat ini kabarnya telah “diblokir” oleh satuan itu. Blog tersebut berisi iklan penawaran dan penjualan kamera berserta lensa kamera dlsr bermerk Nikon dan Canon. Harga-harga yang ditawarkan relatif lebih murah daripada harga pasaran “resmi” di Indonesia sehingga para pembeli yang melihatnya ingin melakukan transaksi elektronik dengannya.

Dibalik “rendahnya” harga produk yang ditawarkan ternyata terdapat maksud yang tidak terpuji, apalagi lingkup yang diambil termasuk dari salah satu delik, yaitu penipuan. Modus operandi dari blog ini adalah menawarkan seuatu produk yang jika ingin memilikinya pembeli haruslah melakukan transfer ke rekening tertentu terlebih dahulu, anehnya blog ini menolak keras melakukan cash on delivery (COD) tidak seperti beberapa penyedia e-commerce lainnya. Beberapa korban yang curiga karena barang yang diinginkan oleh “pelaku usaha” tersebut pada akhirnya melaporkan kepada Polda Metro Jaya. Satuan cybercrime Polda Metro Jaya akhirnya menangkap Y dan L yang diduga pelaku.

Adapun screenshoot dari blog tersebut sebagai berikut:

front-page

Halaman Dunia Camera

Daftar Posting Data Camera dan Contact Person

Salah Satu Produk dari Dunia Camera

Daftar Harga Dunia Camera

Daftar Harga Dunia Camera

Adapun cara kerja mereka melakukan penipuan terhadap masyarakat adalah sebagai berikut:

Cara Kerja

Apabila terbukti, maka dapat dikenakan pasal penipuan dalam bentuk pokok di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana terdapat di dalam Pasal 378 yang berbunyi sebagai berikut:

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum , dengan memakai nama palsu atau martabat palsu; dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Ada 2 unsur fundamental di dalam Pasal tersebut yang harus kita kaji bersama:

a. unsur obyektif:

1. perbuatan: menggerakkan atau membujuk (dalam kasus ini memajang barang dan/atau harga produk tertentu).

2. yang digerakkan: orang (dalam kasus ini pembaca blog)

3. perbuatan tersebut bertujuan agar:

  • Orang lain menyerahkan suatu benda (dalam kasus ini melakukan transfer uang)
  • Orang lain memberi hutang; dan
  • Orang lain menghapuskan piutang.

4. Menggerakkan tersebut dengan memakai:

  • Nama palsu;
  • Tipu muslihat (dalam kasus ini memosting cara dan proses dalam kolom “CARA PEMESANAN” yang dilakukan Dunia Camera setelah terjadi transfer, yaitu mengirimkan barang, tetapi ternyata barang tidak dikirimkan)
  • Martabat palsu; dan
  • Rangkaian kebohongan

b. unsur subyektif:

  • Dengan maksud;
  • Untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain;
  • Dengan melawan hukum.

Kalaupun menggunakan pasal penipuan dalam bentuk konvesional tidak dapat memenuhi rumusan delik diatas, maka Undang-Undang no. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE) dapat diberlakukan karena kejadian ini dilakukan melalui media atau sarana Internet, yaitu mengacu kepada Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 2 UU ITE :

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

(5) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sebagai seorang pencita fotografi, hendaknya para fotografer khususnya dan para pembaca blog pada umunya agar berhati-hati manakala melakukan transaksi elektronik dalam e-commerce agar tidak menjadi korban penipuan seperti ini. Ketika melakukan transaksi elektronik dengan pihak yang belum pernah ada interaksi dengan anda hendaknya perhatikan beberapa hal berikut:

1. Integritas pelaku usaha tersebut

2. Kejelasan contact person

3. Kejelasan barang dan jasa yang akan mereka tawarkan

4. Jika mencantumkan alamat, maka cek and ricek terlebih dahulu alamat tersebut

5. Kalau mencantumkan harga, maka sebaiknya anda bandingnkan dengan harga pada umumnya, pergunakan rasio anda.

6. Jika mereka dapat melakukan transaksi COD, maka relatif lebih “aman”.

:)

Author: Sam Ardi

Pengamat Cyber Law dan Cybercrime, administrator dan moderator beberapa website dan milis di Indonesia.

website: http://samardi.wordpress.com

2 Responses to “Cyberfraud: Kasus Blog Dunia Camera”

  1. bisa nego ga hehehehehehehe…… salam satu jiwa sobat

  2. wah wah wah .. kejahatan dunia maya patut diwaspadai. Lha gini ini yang bikin masyarakat Indonesia jengah dengan produk penjualan secara online. Padahal penjual yang jujur pun banyak kita temui di dunia maya. Ayo Pak POL segera bereskan para penipu itu …

Switch to our mobile site