• Tanggal 11-09-2009

    Tulisane: suaidi2007

    Tag

    Enak Bener Kalo Bisa Jadi Pengusaha

    Kebebasan itu mahal harganya.

    Orang yang dihukum di dalam sebuah penjara akan mengerti makna kebebasan. Hari2nya dihabiskan di dalam kurungan dan lingkungan penjara. Ia tidak bisa bertemu keluarga, main kemana2, jalan2, foto2 (yang terakhir ini penting) dlsb.

    Mungkin lebih baik miskin tidak punya apa-apa tapi bebas merdeka daripada kaya, atau mungkin banyak uangnya tetapi dia terkekang dan tidak bebas. Tidak merdeka. -> Teori ini perlu diuji!!!

    Karena dengan kebebasan dan merdeka, kita bisa melakukan apapun yang kita lakukan, apapun yang kita inginkan. Tanpa harus terkekang dengan orang lain, tanpa harus diatur2 orang lain.

    Setuju ngga?

    Semenjak kuliah saya memandang bahwa pengusaha adalah pekerjaan yang paling ideal. Memang sih, dulu sejak saya masih kecil, saya selalu berpikiran untuk kerja. Maksudku bekerja pada seseorang atau pada sebuah perusahaan. Ikut orang lain.

    Ibu saya waktu kecil dulu sering bilang, “kalau kamu nanti besar jadi dokter kandungan, adikmu angga jadi dokter anak2.” Saya mengangguk. Akhirnya kalau orang2 tanya, apa cita2mu, saya selalu menjawab mantap, “dokter kandungan.”

    Tanpa tahu kalau ternyata jadi dokter kandungan, harus ublek2 dengan perempuan dan bagian sensitifnya. Saya sih sadarnya waktu sudah besar. Dulu waktu kecil, ya ga tau apa2. Lugu banget…

    Tapi setelah beranjak besar, banyak yang berubah. Cita2, pandangan hidup dlsb. Sejatinya sih saya pengen jadi detektif. Penguntit, pencari berita. Orang rahasia, yang tidak diketahui identitasnya, tidak diketahui dimana ia tinggal, bekerja untuk siapa. Pokoknya misterius abis. Cita2 ini yang mungkin membentuk kepribadian saya, introvert.

    Nah…baru semenjak kuliah. Saya semacam mendapat pencerahan. Seperti orang kebingungan mencari jalan, lalu muncul orang membawa berita gembira, tentang jalan yang benar yang bisa membawamu pada kesuksesan. Ya itulah jalan pengusaha…

    Apa sih arti pengusaha? Nih dengar…

    “Pengusaha itu adalah orang yang bekerja dengan modal sendiri, bekerja untuk diri sendiri, bekerja dengan tenaga diri sendiri. Tanpa atasan, tanpa aturan dan tanpa kekangan atau arahan dari siapapun, kecuali kita sendiri.”

    Hmmm…enaknya bisa seperti itu.

    Dan, jangan salah kalau satu unsur saja dari teori di atas belum lengkap, maka mungkin kita belum bisa disebut pengusaha. Bisa jadi kita masih kerja sama orang lain. Seperti saya sekarang mungkin…

    Yakin deh, pengusaha itu enak. Emank sih ada yang lebih enak. Yaitu jadi investor. Ga ikut kerja, ga ikut mikir, Cuma dapat laporan dan bagi hasil. Tapi jadi pengusaha untuk orang seperti saya sudah lumayan. Lumayan, karena…bagi saya nanti semua yang saya lakukan adalah tahap. Untuk menjadi sukses…bebas financial dan sejahtera.

    ***

    Oke sekarang saya mau cerita…

    Saya sekarang ada bisnis, dan modalnya dari orang lain, namanya Bapak S (saya rahasiakan untuk menjaga privasi orang tsb). Nah Bapak S ini mempercayakan sejumlah uang untuk saya membuka bisnis.

    Bisnis ini alhamdulilah sudah berjalan satu tahun. Di tahun pertama semuanya berjalan mulus. Ini semua karena pemasukan lumayan besar dan semua bisa terhandle dengan baik. Termasuk waktu itu, karyawannya masih 4 orang. Lima dengan saya. Mudah gitu diaturnya. Kalau ada apa2, jadi mudah handlenya, jadi mudah evaluasinya.

    Nah di tahun pertama ini beberapa masalah mulai muncul dan jadi serius. Akar masalahnya ada beberapa, setelah saya renungkan, akar masalahnya adalah :

    1. Kondisi komputer (bisnis saya adalah warnet) yang sudah menurun dan butuh perawatan ekstra.

    Komputer yang sudah berusia satu tahun, sudah tidak bisa dikatakan baru lagi, makanya komputer yang sudah berusia satu tahun itu butuh perawatan ekstra. Kemarin, bulan kemarin, komputer sering mati tiba2. Sering hang. Dan masalah2 lainyang ga jelas gitu. Alhamdulillah kemarin sudah selesai dengan bantuan teman2, Sofiq, Abraham dan Iqbal.

    2. Nah, entah berhubungan atau engga dengan masalah yang pertama. Pengguna (user) mulai berkurang. Artinya pemasukan jadi mulai berkurang.

    Mungkin ada sebab lain. Tapi pastinya kondisi komputer yang seperti itu akan membuat user jadi bete, males dan mungkin ga mau datang lagi ke warnet.

    3. Karena pemasukan yang mulai berkurang, maka tagihan2 mulai molor bayarnya. Akhirnya banyak masalah muncul di sini.

    Oke, saya melihat semua masalah tadi di atas. Saling berhubungan dan mempengaruhi.

    Hari ini mungkin jadi puncak masalahnya. Saya sih berharap begitu. Karena kalau hari ini puncak masalahnya. Maka selanjutnya adalah solusi. Selanjutnya adalah jalan terang. Oh…saya merindukan masa2 tenang dalam hidupku.

    Bayangkan, smua tagihan datang dalam satu hari. Kalau ga bayar jam 1 diputus listriknya. Kalau ga bayar ini diputus ini. Kalau ga kirim uangnya sekarang, besok bulan depan ga usah kerjasama lagi.

    Ah, emank enaknya jadi pengusaha. Meski pengusaha WC (seperti diceritakan Raditya Dika di buku ke-3nya, Radikus Makankakus). Jadinya kalau kita pengusaha, kita ga usah terlalu bingung kalau ada masalah.

    Emank sih, pengusaha atau bukan kita smua dikejar target. Dikejar setoran. Dan kalau bisnis lagi sepi, sama aja. Kita bakalan ga dapet uang, itu resikonya. Tapi setidaknya jadi pengusaha sendiri adalah perasaan kita akan aman.

    Eits, jangan berpikiran saya menyesal ya. Tidak!!

    Saya malah bersyukur. Saya bisa menjalani sesi ini. Sebuah sesi advance sebenarnya. Berusaha sendiri meski modalnya dari orang lain. Saya sendiri sangat berterimakasih kepada Bapak S atas modal dan (yang penting) kepercayaannya kepada saya. Saya jadi inget dan sadar, ga semua orang bisa masuk di sesi ini.

    Mudah2an saya kuat.

    Ada prinsip bagus : Kalau Allah memberi kamu ‘kunci’ pintu sebuah rumah. Maka Allah juga telah memberi kamu kemampuan untuk menghadapi semua hal yang terjadi di dalam rumah tsb.

    Apa yang harus saya lakukan sekarang? Langkah apa yang harus saya ambil?

    Saya masih berpikir, terus berpikir keras. Mengolah otak, memutar otak.

    Biar saya sukses di sesi ini. Dan saya bisa melanjutkan di sesi selanjutnya. Saya tidak mau kalah. Biar saya bisa menjaga amanah Bapak S. Biar saya bisa membahagiakan keluarga. Biar saya bisa membuka pekerjaan dan membantu orang lain. Dan, biar saya bebas dari ‘kungkungan dunia‘.

    Seperti doa Ali ra. : “Ya Allah jadikanlah dunia di tanganku, tapi jangan jadikan dunia di hatiku.”

    ***

    Thanks untuk ‘sahabat MerahPutih‘ : Iqbal, Wavin, Sofiq, Abraham, Reza, Haikal, Chusna, Dewi.

    Sori ya, kalo tulisannya berat.

  • 1 Komentar

    1. PERTAMAX!
      SEMANGAT!

  • Nama:

    Email (gravatar):

    Blog / Website:

    Komen: