2 tahun BloggerNgalam (2007-2009) Komunitasnya Arek-arek Blogger Kota Malang

Kapankah UAN bersih dari kecurangan?

05.02.2009 · Posted in Pendidikan

Hari gini masih jujur???……..hancur….!!!. Itulah salah satu guyonan yang dilontarkan seorang guru kolega saya, saat kami ngobrol santai di serambi musholla beberapa jam yang lalu. Saya sempat tertegun, karena meskipun hanya guyonan yang sifatnya spontan namun itu adalah fakta yang banyak kita temui di lingkungan pendidikan negeri ini. Terutama terkait dengan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN).

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa pelaksanaan UAN sarat dengan berbagai kecurangan. Kecurangan itu bukan hanya melibatkan siswa/anak didik sebagai pelaku utama, akan tetapi secara menyeluruh juga melibatkan komponen-komponen pelaksana UAN sendiri yang meliputi : Penyelenggara (Sekolah/guru), Pengawas, Tim Pemantau, atau bahkan Dinas pendidikan setempat. Kalau dirunut, kita akan pusing sendiri. Ibaratnya kita akan berusaha mengurai benang yang kusut….. ruwet…mbulet…mumet .

Saya terkadang bergumam sendiri dalam hati, pantas negeri kita ini pernah meraih rangking dalam status negara terkorup di dunia karena banyaknya kasus korupsi yang terjadi. Negara kita terbukti mencetak SDM-SDM yang tidak jujur. Karena ya itu tadi… sistem penilaian pendidikan di negeri ini sudah mengajarkan kita untuk tidak jujur.

Anda bisa bisa bayangkan, mulai kelas 1 sampai 6 SD/MI semua siswa negeri ini diajarkan tentang pendidikan moral dan agama (melalui pelajaran pendidikan kewarganegaraan (dulu PPKn) dan pelajaran agama sesuai keyakinannya). Dan ketika sampai pada saat tahap penilaian akhir….. semua pengajaran itu diciderai dengan berbagai tindakan kecurangan yang terjadi selama UAN. Hai ini berulang ketika anak-anak memasuki jenjang pendidikan SMP dan SMA. Kalau diibaratkan, kita sedang membangun sebuah gedung. Pada saat proses “finishing”, bangunan tersebut kita rusak kembali dengan tindakan-tindakan bodoh seperti mencopot semua pintu yang telah terpasang, melobangi tembok-tembok yang sudah di cat, dsb. Sehingga gedung yang didirikan itu pastilah menjadi gedung yang cacat, cacat karena tidakan yang semestinya tidak perlu dilakukan . Sekali lagi, saya tidak akan mengupas penyebab kecurangan UAN, anda bisa mencari bahkan bisa menganalisa sendiri kenapa kecurangan ini terus terjadi. Pendapat saya (seperti postingan saya sebelumnya), bahwa UAN (terutama standarisasinya), telah menjadi HANTU bagi sistem pendidikan kita. Dan sudah semestinya para”birokrat pendidikan” diatas sana memikirkan tindakan agar hantu itu tidak lagi mengganggu dan menghantui.

Harapan saya adalah sistem pendidikan kita dapat mencetak SDM yang memperoleh keberkahan dalam kelangsungan hidupnya. Dan kunci keberkahan itu adalah nilai-nilai kejujuran yang senantiasa dipelihara dan dijunjung tinggi. Kejujuran adalah kunci keberkahan. Kalau kejujuran sudah hilang di tengah-tengah masyarakat, keberkahannya pun akan hilang pula. Dan apabila keberkahan sudah hilang, kehidupan menjadi kering, hampa tanpa makna. Kehidupan akan diwarnai dengan kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, dan kekecewaan karena sulit mencari manusia yang jujur.

Wallahu a’lam bish-shawab.

3 Responses to “Kapankah UAN bersih dari kecurangan?”

  1. kapan yo?

    moga aje bisa

  2. biasa indonesia bro, semisal di buat seperti Inggris itu enak, tidak ada yang tidak lulus tapi ada yang dapet score bad, excelent, atau dll. (untung nilai gw lumayan)

  3. Tetap Semangat dan NIAT