Komunitas Blogger Malang (Ngalam) Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang (Ngalam) Raya

Perlukah Umur Blogger Dibatasi ?

10.20.2008 · Posted in Informasi
anak kecil bawa motor.JPG

anak kecil bawa motor

Pembicaraan mereka tampak panas. Salah satunya menukas

“Mereka mah bisanya bawa doang… Tapi blom tau aturan!”
“Iya, kadang maen belok doang, gak liat-liat”
“Yang bego itu orang tuanya, wong masih kecil udah dibawain motor!”

Meski saya ngikutinnya sepotong-sepotong aja, saya tau apa yang mereka bicarakan. Memang beberapa tahun belakangan, gampang aja melihat orang tua yang kurang bertanggung jawab mengijinkan anaknya yang masih ingusan untuk mengendarai motor. Buat anak SD, memang gampang saja belajar bawa motor. Tapi toh mereka belum paham dengan aturan-aturan yang ada. Apa itu bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain. Belum lagi faktor emosi. Makanya Pemerintah bikin aturan untuk punya SIM minimal usianya 17 atau 18 tahun. Meski gak njamin juga, makin tua makin hati-hati bin kalem bawanya.

Saya jadi ingat bahwa sekarang banyak muncul blogger-blogger belia. Sebetulnya saya senang dengan perkembangan ini. Toh blog banyak memberikan manfaat positif. Tapi perlu gak ya, ngeblog diatur usianya? Apakah blogger-blogger belia ini cukup paham etika ngeblog? Apakah mereka cukup tau data-data mereka tidak boleh diumbar sembarangan?

Banyaknya blog dan berbagai kemudahan ngeblog tidak selalu diikuti dengan etika membuatnya. Ada yang meng-copy paste tanpa mencantumkan sumbernya. Ada yang meng-copy paste meski telah dibuat disclaimer bahwa tidak boleh meng-copy isi situs tersebut. Main foto sana-sini dan upload di blognya. Atau cerita yang kudunya dirahasiain. Atau sharing data-data pribadi seperti alamat, no telp, sekolah, nama peliharaan, sampai nama pacar. Tanpa merasa perlu mengatur privasi agar yang bisa lihat hanya teman-teman dekat saja. Ini sih biasanya kerjaan di situs pertemanan ala Friendster dan FaceBook. Kalau mau pakai widget daftar tanpa ngerasa perlu baca rulesnya. dst.

Diluar segala manfaat ngeblog buat mereka, apakah aktifitas ngeblog mereka yang belum punya KTP ini perlu dipantau? Atau bisa kita percayakan saja pada mereka? Sama seperti yang udah cukup umur buat bikin SIM, makin tua bukan berarti makin bijak dalam ngeblog. Tapi menurut saya gak bijak rasanya kalau mereka dilepas begitu saja. Setidaknya dibimbing. Banyak blogger yang komplain waktu data siswa sekolah dipublikasikan, tapi apa kita melakukan pencegahan agar mereka tidak ‘go public’ atas upaya sendiri? Mungkin juga, banyak orang tua yang gak ngeh sama apa aja yang bisa dilakukan oleh makhluk bernama blog ini. Menurut anda bagaimana?

Sumber ( Edo Online )

Ini memang bukan tulisan saya tapi menurut saya ini memang bagus karena hal ini perlu dipikirkan maka dari itu saya mempostingnya disini untuk berbagi sesama blogger ngalam

Apa tanggapan anda ? please Comment disini

Share

Author:

Graha was 16 years old Coffee Holic, Geeks, Amateur Designer, Blogger, etc. If all described will be long Biographical info :)

website: http://ootofthebox.web.id

3 Responses to “Perlukah Umur Blogger Dibatasi ?”

  1. Repot juga sih,
    Yup, mungkin kontrol OrTu yg hrs lbh diperketat,.

  2. podo tewure, anak karo ebes memese
    yo lek sek licek ojo disuruh bawa adapes
    lek ono kecelakaane sopo sing kliru…??? sing gedhe mesti disalakno.

    gawe ebes sing nduwe kana luwih apik ojo dhisik yen durung kuat nggawa adapes, wedi ono apese jes

    ozai
    malas utas awij Arema

  3. Menurut saya yang hanya lulusan STM ini,
    ga ada batasan umur untuk ngeblog, asalkan apa yang ditampilkan sesuai dengan umurnya.
    - 9 Tahun, isinya gambar2 kartun
    - 19 Tahun isinya puisi cinta
    - 29 Tahun isinya poto anak-anaknya
    - 69 Tahun isinya koleksi gigi palsu

    CMIIW

Switch to our mobile site