Komunitas Blogger Ngalam Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang Raya

Antara Aremania, Carla Bruni dan Pamela Anderson

04.17.2008 · Posted in Forum Bebas

“Sebuah panti asuhan di Birma menolak sumbangan sebuah instansi karena sumbangan itu adalah hasil penjualann foto telanjang Carla Bruni, Ibu Negara Perancis. (jawapos)”
Carla Bruni
Mencoba dengan keras memahami struktur dan standar nilai moral orang Bule, membuat saya agak pusing. Maklum referensi yang saya tahu hanyalah dari buku, film, media, internet dan 4 tahun bekerja di PMA dimana setiap hari ketemu dengan rekan kerja bule, namun itu sebatas pekerjaan dan beberapa kali party saja.

Saya penasaran dan berharap suatu saat dapat ke negeri asli orang Bule dimana kehidupan sosial sehari-hari yang sesungguhnya dapat saya rasakan sendiri. Karena menjadi tanda tanya besar di kepala saya tentang bagaimana sebenarnya mereka menilai nilai-nilai kesopanan dan kehormatan.

Bagi saya atau kita orang Timur, pakaian yang terbuka dan terlihat aurat adalah tidak sopan. Bahkan meskipun di tempat yang katanya sudah seharusnya seperti di kolam renang atau pantai, terlihat tubuhnya khususnya bagi perempuan, tetap saja terkesan kurang sopan. Alasannya adalah karena terlihat oleh mata orang lain. Jadi ada beberapa skala mulai ‘kurang sopan’ yaitu terbuka sedikit atau tidak terbuka tapi ketat sekali, sampai ‘tidak sopan’ yaitu memakai bikini saja atau baju tapi berukuran bikini, dan ada ‘sangat tidak sopan sekali’ alias tak berpakaian sama sekali. Untuk yang terakhir ini, kita mengangap hanya orang-orang yang nekat dan cenderung gila yang berani melakukannya.

Dan bagi kita orang Timur, kesopanan adalah kehormatan. Orang yang berperilaku sekaligus berpakaian sopan adalah orang terhormat dan bisa menjadi tauladan. Sebaliknya yang tidak sopan termasuk dalam berpakaian adalah sama dengan tidak hormat atau tidak mempunyai kehormatan.

Juga bagi kita orang Timur, karena pakaian adalah kehormatan maka seorang public figur yang baik haruslah berpakaian sopan, tidak terlihat auratnya. Bila ada public figur yang suka mengumbar tubuhnya maka serta merta dia tetap menjadi terkenal namun dengan kategori public figur kurang terhormat atau kurang mahal alias agak murahan. Saya kira tanpa diucapkanpun masih ada kesan itu di kepala dan batin mayoritas kita orang Timur. Coba sebutkan sebuah nama di otak kiri Anda maka seketika otak kanan akan menampilkan sebuah label bahwa nama tersebut terhormat atau kurang atau tidak terhormat.

Rupanya tidak begitu dengan orang Bule. Pakaian yang terbuka sepertinya tidak menjadi standar kesopanan. Sepertinya mereka mempunyai beberapa standar disesuaikan dengan tempat dan keadaaan. Untuk pantai, party, swimming pool, membuka baju bahkan topless bagi wanita adalah wajar, tidak mengurangi kehormatan. Tapi kemudian di tempat pernikahan, restaurant, sekolah dan kantor, membuka baju bisa termasuk kategori tidak sopan. Tapi batas ini menjadi tipis ketika restaurant atau kantor tersebut terletak dekat pantai, saya lihat sendiri mereka dengan santainya keluar masuk warung bahkan dengan hanya berbikini saja, sampai di sebuah toko terpasang peraturan ‘No Topless / Bikini’. Bahkan rekan kerja saya seorang bule pernah keluar kamar hotel nya tanpa busana sambil menari-nari di depan pintu gara-gara senang punya pacar baru (OMG).. saya sampai tutup mata karena justru saya yang malu.

Dulu saya dengar di Pantai Kuta masih belum ada peraturan ‘No Nude’ sehingga banyak bule yang berjemur telanjang, tapi lalu sejak tahun tertentu diberi peraturan dilarang telanjang. Itupun masih banyak berjemur yang setengah nude alias topless. Artinya, bukan mereka yang malu, tapi justru kita yang malu melihatnya.

Bila Anda pernah berkunjung ke Kuta, pasti melihat situasi unik itu. Turis manca terlihat bersantai membuka baju, berenang dan menikmati pantai dan alam dengan cueknya, sementara turis lokal berpakaian lengkap, memotret sana sini dan mengamati banyak turis yang tidak berpakaian itu, meski dengan malu-malu. Jadi datang bukan untuk melihat pantai tapi melihat bule. Kenapa? Adalah karena pemandangan itu tidak pernah ada di sekitar rumah kita.

How come… bagaimana bisa? mereka memisahkan antara sex dan cinta? Sehingga di beberapa negara Eropa prostitusi adalah legal dan pekerjaan resmi. (Saya membayangkan berarti di KTP mereka bisa saja tercetak, Pekerjaan : Wiraswasta Tubuh) Sementara setelah bekerja mereka pulang ke suami atau istri dan anak-anak dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan layaknya keluarga normal lainnya. Bahkan pada tataran ABG pun adalah biasa tidur dengan beberapa orang sementara pacar tetap satu.

Carla Bruni Tedeschi, lahir 1967, awalnya adalah seorang penyanyi dan top model yang sekarang menjadi istri dari Nicolas Sarkozy, presiden Perancis yang terpilih melalui pemilu setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Bruni adalah seorang ibu negara, first lady, istri presiden, namun coba ketik keyword ‘bruni’ di google images (matikan dulu safe search nya), apa yang tampil? Wow! Deretan foto 18th keatas yang pasti akan cepat kita minimize bila ada anak atau adik kita lewat.

Andaikata kita yang punya ibu negara seperti itu, kira-kira senang atau sedih? Entahlah saya sendiri masih pusing memikirkannya. Saya berpikir bagaimana kita akan akan memasang foto ibu negara di rumah kita? Yang mana akan kita pilih, yang itu atau yang ini? … Baru saja CNN memberitakan foto telanjang Bruni telah terlelang seharga $91,000 alias 900 juta, busyeet…

Sementara jendela Bruni tadi masih dalam minimized, coba ketik ‘pamela anderson’. Dan kita akan mendapatkan deretan foto yang tidak jauh beda. Jadi entahlah, bagaimana membedakan seorang first lady dan artis film dewasa. “Itu” masih pamela anderson, belum lagi kalau kita ketik ‘clara morgane’ atau beberapa nama lain yang tidak tega saya sebutkan disini, kuatir kecanduan..

Beruntunglah kita orang Timur, first lady kita masih sesuai dengan ukuran kesopanan sekaligus kehormatan yang kita yakini paling masuk akal. Jadi disini, mereka yang ingin nantinya menjadi first lady atau bila itu terlalu muluk, cukuplah second lady atau third atau fourth lady (sekelas istri camat lah), musti menjaga track record, minimal jangan pernah topless di pantai atau bahkan berfoto seronok sampai bisa muncul di google images.

Lalu apa hubungannya dengan Aremania ? Maaf, demi menghemat waktu Anda, tulisan ini bersambung…akan berjudul “Antara Aremania, Carla Bruni dan Pamela Anderson – bagian 2 (tamat)”

Author: ame268

website: http://ame268.com/blog

6 Responses to “Antara Aremania, Carla Bruni dan Pamela Anderson”

  1. Haiyah, SEO lagi neh :?:
    btw es degan plus susu‘ uda juara 3 tuh :lol:

  2. ndak sengaja SEO kok mas ale, kalo masuk SERP yang baguslah, (emang itu udah tugasnya Mesin Pencari :D …) lebih konsen ke konten aja kok.

  3. samean kok apal seh pak , nama2 wanita – wanita bule ??!??

  4. Patut di cermati ini :)

  5. kok kenal karo clara morgane??
    wahhh…mencurigakan iki….

Switch to our mobile site