Komunitas Blogger Ngalam Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang Raya

Mengulang Kisah Tahun 60-an : Antri Minyak Tanah

03.31.2008 · Posted in Budaya, Informasi, Opini, Umum

antri-minyak-tanah1.jpgBila di kota Malang tabung gas elpiji beserta kompornya sudah dibagikan ke segenap warganya, tapi tidak atau belum bagi warga kabupaten Malang. Memang sebulan lalu sebagian warga sudah didaftar. Katanya 20 KK per RT. Mungkin ini untuk tahap pertama.

Namun hingga kini, itu tabung dan itu kompor belum juga hadir. Sementara keberadaan minyak tanah di daerah kami (Lawang) sudah mulai langka.

Hampir setiap pagi di depan rumah kami, mulai dari anak kecil, orang tua, laki, perempuan, gemuk, kurus, semua pada antri beli minyak tanah. Sejak turun dari Masjid , setelah sholat Subuh, sudah banyak yang meletakkan jerigennya secara berbaris. Para generasi tahun 60-an bilang, “kayak zaman dulu. Zaman Orde Lama.” Bedanya, kalau zaman dulu, keadaan ekonomi memang masih “carut marut”. Kalau zaman sekarang, penataan ekonominya yang “carut marut”.

Untungnya pelaksanaan antriannya cukup tertib. Bagi yang masih ada keperluan lain, mereka meninggalkan jerigennya antri sendiri. Dan itu jerigen, secara berangsur akan bergerak sendiri, meski tanpa kehadiran pemiliknya. Soalnya yang lain, yang tidak ada keperluan lain, dengan sukarela mendorong jerigen itu bergeser.

antri-minyak-tanah2.jpgKadang memang ada satu dua yang ingin minta didahulukan, namun tentu saja yang lain menolaknya. Antri, mas, antri…..

Akibat negantri minyak tanah yang dibatasi hanya 10 liter per orang, mereka (ada) yang rela menomorduakan keluarganya. Yang anaknya yang mau berangkat sekolah, atau sekedar membuat kopi untuk suaminya (termasuk saya di dalamnya) atau terpaksa menunda belanjanya.

Entah sampai kapan hal semacam ini akan berakhir……

Author: djunaedird

Ingin belajar banyak di blogsphere dengan ilmu yang masih amat sedikit tentang dunia per-blog-blog-an.

website: http://djunaedird.wordpress.com

4 Responses to “Mengulang Kisah Tahun 60-an : Antri Minyak Tanah”

  1. aq juga ke imbasnya hiks… lantas sampe kpnkah ini ???

  2. wis tambah ora karu2an….warung langgananku d daerah suhat malah udah pake kayu bakar =)) dodol kopi nek nggae elpiji yo soroh =))

  3. Cuma satu, ada apa dengan NEGERI ini

  4. Gak usah repot-repot antri mas, ganti wae karo solar, asile podo wae. Regane murah timbang lengo gas, tur gampang tukune angger menyang POM bensin mesthi ono.

Switch to our mobile site