Komunitas Blogger Malang (Ngalam) Komunitasnya Arek-arek Blogger Malang (Ngalam) Raya

Blog Nggak Bisa Dipercaya? Ah …

03.12.2008 · Posted in Opini

Barusan saya baca satu postingan di milis, judulnya agak provokatip: “Roy Suryo Mulai Nge-Blog? ‘Blogger Tukang Tipu’”. Yah, awalnya sih saya dapat kesan kalo Om Roy ini mau ngeblog beneran. Waktu dibaca lebih lanjut, eeeee…. ternyata nggak bener. Bahkan si Om bilang kalau blogger itu penipu. Lah, kalau gini kan jadi kayak kasusnya sama Dhani kemarin.

Ingat kan, Dhani bilang kalau blogger itu orang bodo dan yang mbaca blog itu kurang kerjaan? Terus … nggak lama setelah itu kaum blogger di seluruh jagad maya Indonesia angkat bicara, ya… semacam mensomasi Ahmad Dhani gitu lah. :D

Eeee… belum lama berselang kasusnya statementnya Ahmad Dhani, sekarang malah Om Roy yang ngomong kalau blogger itu penipulah, kredibilitas blog sulit dipercaya lah, dll, dsb, dst, dllajr… :D

Kayaknya bakal banyak yang akan angkat bicara. Lha wong yang ngomong si Om. :D

Tapi….

Saya kok mikirnya lebih baik kita nggak bersikap defensif dan langsung nyerang balik si Om dengan mengatakan “di kalangan orang IT kapabilitas si Om sendiri dipertanyakan” atau kalimat-kalimat lain yang menyerang dia.

Ya, sudah dua orang mendiskreditkan blogging wal blogger. Saya jadi kepikiran “pasti ada yang nggak beres dengan blogging”. Terus kepikiran juga begini: “Nggak mungkin ada riak tanpa sebab, pasti ada yang nglempar batu ke air, atau mungkin ada angin yang terlalu keras, atau apa lah yang bikin air kolam beriak” (Weleh… sok peribahasa, Ker!)

Kecuali kalau memang si Om dan Dhani memang pingin cari popularitas. Ah, nggak deh kayaknya. Kalau cari popularitas pasti mereka malah bikin blog, lha wong sudah diramalkan web 2.0 akan–dan sudah mulai–menggantikan mainstream media yg statis. Banyak sekali situs2 perusahaan yg skrg berubah jd blog yg diisi para motivational leadernya. Begitu juga situs kampus.

Jadi…. saya kok mikir (halah, lagi-lagi mikir, lagi-lagi mikir) kayaknya kita harus menjaga prilaku blogawi kita deh. Maksud saya sih gini, nggak masalah pol kalau kita ngisi blog dengan ya … curhat-curhat … bagi-bagi ilmu … reportase wisata kuliner … reportase wisata kos-kosan (halah!) … atau bahkan puisi-puisi cinta … dll. Yang penting, kita harus melakukannya dengan sejujur mungkin, ya, sejujur mungkin, nggak cuma asal nulis dengan tujuan … well … cuman mempromosikan produk-produk kita, cuman mempromosikan situs-situs tertentu tanpa penilaian yang jelas (khususnya yang ikut program-program pay per review lho ini!), atau nulis-nulis tanpa bisa dipertanggung -jawabkan.

Oh ya, olob-olob, kayaknya penting juga kita mulai ngasih label atau tag atau semacam keterangan gitu deh tentang blog-blog kita, biar nggak menjerumuskan orang. Kalau isinya personal, ya kita kasih aja lebel “ini blog semau ayas … so … boleh percaya boleh kadit,” “ya … biar orang-orang agak kritis lah menyikapi blog.” Dan … kalau Roy Suryo atau orang lain bilang kalau blog kadit bisa dipercaya, kita bisa bilang “AH… ITU ISU PALING!”

Wah, kok saya tiba-tiba jadi “metuwek” gini ya? Datang-datang langsung gini. :D Sori-sori… anggap saja deh ini salam perkenalan dari hamba Si Pemimpi blogger jelata dari sejengkal blogspot di sudut sana. :D

Share

Author:

ya, saya blogger penikmat sastra dan ... well ... budaya populer, :D, dan dengan rendah hati saya katakan bahwa saya adalan seorang calon novelis yang semoga cukup signifikan dalam upaya turut menyumbangkan ... well ... pemikiran dan hiburan buat orang banyak. yo ngono kuwi lah.

website: http://berbagi-mimpi.blogspot.com

12 Responses to “Blog Nggak Bisa Dipercaya? Ah …”

  1. djunaedird says:

    Mungkin saat Roy bilang para blogger adalah penipu, karena ia baru bertengkar dengan istrinya.
    Ia merang karena namanya dicatut atau disalahgunakan oleh SEORANG Blogger. Tapi dengan kelakuan seorang blogger itu apa patut kalau dia kasih kesimpulan bahwa para blogger adalah penipu?
    Baca juga tulisan saya tentang hal ini di:
    http://djunaedird.wordpress.com/2008/03/02/blogger-hanyalah-produsen-sampah/

    • Dari sekian juta Warga Negara Indonesia yang menenggelamkan dirinya dalam ber-BLOGGER-ria pasti ada MUTIARA di antara tumpukan SAMPAH, kalau kita mau berbaik sangka. Kalau mereka mau sedikit meluangkan waktu, niscaya akan ditemukan itu MUTIARA.

      saya setuju tulisan sampean pak!

  2. Setuju sama tulisan ini. Mungkin kita perlu untuk mengubah cara bicara(harusnya menulis ya?) kita, yang kita tulis, menentukan tema blog secara global. Mungkin juga karena semakin banyaknya blogger yang memanfaatkan blog untuk mencari duit, akhirnya artikel ato tulisan yang diisi hanyalah tulisan dengan tujuan yang semata-mata hanya agar adsense ato iklannya keluar dengan baik dan menarik.

  3. sekedar numpang unek-unek,
    Ini pandangan pribadi saya =)

    weblog hanyalah sebuah aktifitas ambisi untuk mencari eksistensi

    baca selengkapnya

  4. Kalau isinya personal, ya kita kasih aja lebel “ini blog semau ayas … so … boleh percaya boleh kadit,”

    Bukannya sedari dulu blog itu memang semau yang punya?

    • sepakat2. jadi kalo sampe ada yg merasa ketipu, yo salahe dewe. resiko nyari mutiara di tumpukan sampah ya kena sampahnya. benul?

      menganggapi komentar dani dan roy suryo.. hm, menurut saya mereka berdua ini cocok deh. yang satu berjenggot, satunya lagi berkumis tipis. pak zam, ndak pengen nyoba ‘mengintegrasikan’ keduanya dengan sotosop pak? kita liat, roy bisa tau ini retouch ato nggak.

      hehehe

  5. huhu, I Love Roy Suryoâ„¢ ^^

    *ditimpuk FPR* :P

  6. Dear Roy Suryo,

    Kalau Blog nggak bisa dipercaya, ya jangan komentar. Gitu aja kok repot :D

  7. dia (dalam huruf kecil) Lagi?

    • itulah hebatnya mereka berdua, kita semua lupa, dan selalu menjelek2an mereka, tanpa kita sadari, mereka adalah hebat, karena setiap ucapannya direspon oleh ratusan-ribuan blogger di internet, sampai hari ini.

      • bener Pakzam,
        dan mereka tahu betul bagaimana membantu bLogger untuk mendapat ide postingan :lol:
        *merasa terhina sbg blogger*

  8. kamu bener, wan. emang musti menunjukkan gigi kita dulu sebelum menggertak :-)

Switch to our mobile site