Komunitas Blogger Kota Malang (Ngalam) Komunitasnya Arek-arek Blogger Kota Malang (Ngalam) Raya

Rusuh Lagi

01.18.2008 · Posted in Opini

Untuk kesekian kalinya dunia sepak bola di tanah air kita ini diwarnai dengan kerusuhan.
Adalah hari pertama dari Babak 8 Besar Liga Indonesia, Rabu (16/1/2008), pertandingan antara Arema versus Persiwa Wamena yang berakhir rusuh.
Kericuhan ini berawal dari 3 gol yang dilesakkan kubu Arema di anulir oleh wasit.

Gol pertama, gol dari Patricio Morales yang di anulir oleh wasit karena sebelumnya sudah terjadi handsball. Penganuliran gol ini dianggap benar karena memang terjadi handsball.

Gol kedua, sekali lagi gol dari Patricio Morales dianulir wasit karena sebelumnya sudah terperangkap offside. Penganuliran wasit ini juga benar karena dari tayangan ulang memang benar terjadi offside.

Gol ketiga, gol dari Mbamba juga di anulir wasit. Tapi dilihat dari tayangan ulang, gol ini sah karena posisi Mbamba berada dalam onside sebelum terjadinya gol.
Pada gol ketiga inilah puncak dari kontroversi yang menyebabkan terjadinya kerusuhan.

Semuanya tidak mau disalahkan, baik pihak Panpel Kediri maupun pihak Aremania.
Panpel Kediri menyatakan mereka sebenarnya sudah menyiapkan petugas kemanan 2 kali kali lipat dari jumlah petugas pertandingan reguler, tapi toh tetap terjadi kerusuhan.
Kubu Aremania juga menyalahkan wasit karena dianggap merugikan tim Arema dengan keputusannya.

Ada yang menarik dari semua berita yang saya baca, saya melihat yang membuat keonaran itu bukanlah mayoritas dari Aremania, tetapi hanya beberapa oknum yang kemudian memprovokasi suporter yang lain dengan tindakannya tersebut.

Itulah saatnya beberapa suporter Arema menyerbu lapangan dan memukul sang wasit. Kali ini pertandingan dihentikan, terlebih ketika di satu sektor lapangan terjadi pembakaran oleh penonton. DetikSport

Gara-gara oknum suporter liar, Aremania yang sangat menjunjung fair play dihukum tiga tahun tak boleh menonton pertandingan di seluruh stadion di Indonesia.

Penonton yang terpancing emosinya lantas melemparkan benda-benda ke dalam lapangan. Dalam situasi panas itu, seorang oknum suporter masuk lapangan dan memukul hakim garis, Yuli Suratno. Yuli yang dipukul dari belakang tak bisa membela diri. Cukup keras pukulan itu hingga dia pingsan dan terkapar. Jawapos

Saya juga seorang pendukung dari Arema, tapi bukan berarti saya membenarkan tindakan oknum-oknum yang melakukan kerusuhan seperti di stadion Brawijaya tersebut.

Walaupun keputusan wasit merugikan tim kesayangan kita, bukan berarti kita boleh bertindak anarkis, masih ada cara lain yang bisa dilakukan seperti melaporkannya ke Komdis.
Mungkin ada juga yang menilai beberapa tahun ini tidak pernah kedengaran Aremania membuat onar dalam mendukung timnya. Tapi ini juga tidak bisa dibenarkan untuk melakukan tindakan anarkis karena hanya sekali ini aja terjadi setelah beberapa tahun ini.

Ada juga kabar yang menyebutkan ini adalah salah satu sebuah konspirasi untuk menjatuhkan Arema, menjauhkannya dari posisi elit dalam sepakbola nasional kita.
Saya sendiri tidak tahu apakah kabar ini benar atau tidak, tapi ini juga bukan sebuah alasan untuk melakukan tidakan kerusuhan.

Tidak ada pembenaran suatu alasan untuk menjadikannya dasar dalam melakukan sebuah tindakan anarkis atau kerusuhan yang mengakibatkan kerugian orang lain.

Pihak PSSi juga seharusnya melakukan evaluasi terhadap kinerjanya. Karena selama ini hampir tiap tahun Liga Indonesia digulirkan selalu diwarnai dengan kericuhan.
Tetapi ini mungkin akan agak sulit dilakukan, sebelum dilakukan pembersihan dalam tubuh PSSI sendiri yang sekarang ini masih di pimpin oleh seorang terpidana.

Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas dan fairplay.
Kalau kinerja PSSI dan mental dari suporter tidak diperbaiki, mungkin hanyalah sebuah mimpi kalau kita mengharapkan Liga Indonesia yang damai, aman yang tidak disertai dengan kerusuhan.

7 Responses to “Rusuh Lagi”

  1. sudahlah tidak usah diperuncing lagi masalahnya, yang jelas sekarang kita harus waspada, karena kita sebagai rakyat sudah diadu domba melalui pertandingan sepak bola, sudah tidak sehat lagi sepak bola di tanah air ini. coba lihat ujung-ujungnya yang jadi korban adalah rakyat yang tidak bersalah, berapa banyak rumah, toko dan warung-warung yang rusak?

  2. aku ga suka dengan sanksi yang kita dapet tapi ini juga sebuah konsekuensi…
    setuju dgn mas Zam ga usah diperuncing lagi masalahnya, kita sudah capek dengan ulah supporter anarkis, terlalu banyak kita berkorban yang akhirnya menjadi kesia-siaan belaka.
    Mbrebes mili aku rek….hiks

  3. nggak usah diperuncing betul juga sh, tapi masak sebagai aremania mau menerima hukuman 3 tahun gak boleh ke stadion… ini yang harus diperjuangkan… hidup ongis nade

  4. “OKNUM” adalah pelakunya…

  5. tapi akhirnya hasilnya imbang 2-2.
    wah klo untuk konspirasi menjatuhkan arema kayaknya gak deh. ga ada dasarnya. itu cuma semata2 penilaian wasit yang subyektif dan “oknum” supporter liar yang masuk lapangan.

  6. jadilah komentataor yang bijak, dan tidak membela salah satu pihak.

    *padahal aku mbelo AREMA & AREMANIA*

Switch to our mobile site