102 Kota Malang

Jika ada request untuk menulis artikel tetang kota malang sangat susah rasanya untuk bergabung di zona pencitraan atau segala sesuatu yang lagi populer atau kegiatan kegiatan yang lagi happening di kota ini, bukannya makar atau memberontak tapi ini merupakan pandangan secara subyektif, jika ingin sesuatu yang lebih obyektif ya jangan baca artikel blog, baca saja koran, majalah atau portal berita lain yang memang mereka dibayar untuk membuat berita setiap harinya.

Kabar terbaru dari dunia komunitas bidang industri kreatif di kota malang adalah sebuah pembentukan malang creative fusion yang dimana saya sempat hadir pada saat launchingnya di perpustakaan kota malang, harapan ke depannya dengan ada adanya komunitas ini industri-industri di kota malang dapat bersinergi yang terhimpun oleh 16 bidang industri di kota ini termasuk musik, film kesenian, games dan aplikasi komputer, dan macam macam yang lain yang saya tidak hafal.

Pada acara peluncuran komunitas tersebut saya mendapatkan sebuah wawasan baru mengenai potensi potensi yang ada di kota malang, namun karena saking banyaknya potensi di kota ini sampai sampai saya jadi bingung sendiri dan tidak bisa memutuskan kategori yang tepat untuk kota ini, dari segi kuliner ada ciri khas tersendiri begitupula dari segi budaya dan berbagai bidang sehingga mungkin agak sedikit tepat jika kota ini disebut sebagai kota pendidikan, bukan kota pendidikan yang mempunyai banyak kampus, tetapi memang benar benar kota pendidikan yang output nya dapat mendidik sehingga sangat banyak ilmu yang akan didapat jika anda mencoba untuk terus menggali di kota ini

Kembali ke mcf tadi, menurut info yang saya dapat berdirinya mcf adalah sebagai salah satu support untuk acara iccc yaitu merupakan sebuah acara konferensi yang dihadiri walikota sedunia (kalau tidak salah) pada ulang tahun kota malang bulan april 2016 ini.

Disini yang saya sayangkan adalah kebanggaan warga itu sendiri yang bangga jika pemerintahnya mendapatkan penghargaan ex : penghargaan kota terbaik sedunia, penghargaan adipura dan lain lain yang kesemuanya itu saya anggap biasa saja. Alasannya adalah itu memang kewajiban pemerintah untuk : menyediakan fasilitas di daerah yang bersangkutan, membereskan masalah masalah dan lain sebagainya, sehingga mendapatkan penghargaan bukanlah sesuatau yang membanggakan menurut saya, karena juga memang kewajiban negara untuk mengayomi setiap warganya, intinya ini akan menjadi sebuah topik bahasan tersendiri jika deteruskan.

Satu hal lagi yang saya sayangkan yaitu pemberlakuakn tarif parkir kendaraan bermotor yaitu 2000 rupiah tidak seperti di kota sekitar, tidak jelas apa tujuannya karena meski tarif parkir dinaikkan tidak akan menambah keamanan motor yang diparkir alias masio diparker helm ae yo sik pancet iso ilang rek. Ada kejadian yang lucu tentang parkir ini, saya menemukan seseorang yang menolak hal ini dengan memarkir sepeda motornya di tempat yang di kenal, dan mungkin ada beberapa orang di kota ini yang kemudian mengambil gerakan jalan kaki daripada mengeluarkan uang untuk parkir sebesar 2000 rupiah.

Memang beberapa tahun terakhir banyak sekali pemberlakuan pajak di kota ini seperti tambahan pajak 10 % di warung / restoran / hotel yang itu semua dibebankan kepada customer, yang itu semua membuat saya menjadi tambah bingung dengan aparat pengurus kota ini yang seakan akan tidak mempunyai kaliber dalam bertindak, jika mau pajak yang yang tinggi sekalian jika mau baik baiklah secara tuntas.

Selain parkir ada lagi tambahan peraturan baru yang lucu dari para pengurus negeri ini yaitu pemberlakuan tambahan tarif kantong plastik 200 perak di mini market, ya kalau mau melawak silahkan saja tapi bangsa ini bukanlah bangsa yang cengeng dan tidak akan bisa mati walau digencet oleh truk sekalipun monggo. Ya itulah tulisan saya di 102 kota ini, terdiri dari beberapa paragraf, mungkin ini hanyalah sebuah kegelisahan hati yang arusnya sangat deras dan ditahan sedemikian lama sehingga ketika dilontarkan akan menyembur dan membentuk sumber mata air baru, dan ngomong ngomong tetang sumber di gondanglegi kab. malang banyak sekali sumber mata air yang belum di eksplore.

#bloggerngalam #malang102

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *